Sirah Nabawiyah Untuk Kebangkitan Umat Islam

Tahun 1436 hijriah telah berlalu dan kini ummat Islam telah memasuki tahun baru 1437 Hijriah di tengah banyaknya problem yang mendera ummat Islam sekarang. Palestina masih berada dalam cengkeraman Israel, perang berkecamuk di Suriah, Yaman, Irak serta di negara Islam lain dan di beberapa negara di mana kaum muslimin berjumlah minoritas mendapat perlakuan negative dari mayoritas non muslim yang berkuasa hingga mengakibatkan mereka keluar dari negaranya untuk mengungsi. Ribuan pengungsi Suriah juga lari meninggalkan negerinya memasuki Eropa untuk meminta suaka. Mencermati perkembangan mutakhir yang dialami ummat Islam secara global kita patut bertanya di manakah ukhuwwah Islamiyyah yang semestinya bisa menyatukan semua kaum muslimin untuk bergandengan tangan menghadang dan mengusir musuh serta mengatasi persoalan pelik yang dialami ummat Islam? Jawaban dari pertanyaan ini barangkali adalah ummat Islam harus kembali mempelajari sejarah hidup nabi Muhammad SAW dan mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagaimana tulisan Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki dalam Dzikrayat wa Munasabat saat menyambut datangnya abad 15 Hijriah yang menekankan pentingnya menaruh perhatian terhadap sirah nabawiyah (sejarah hidup nabi Muhammad) dan menjaganya sepanjang masa. Karena sejarah kehidupan beliau harus diaplikasikan setiap muslim dalam mengisi hidupnya. Kehidupan sehari-hari dan aktivitas apapun yang dilakukan tidak boleh terlepas dari praktek yang telah dicontohkan oleh Rasulullah. Sebab dalam kondisi apapun ia berstatus muslim, baik saat berdiri, duduk, makan, minum, tidur, bangun, melakukan jual beli, menikah atau bercerai, hingga saat berfikir pun ia harus tetap berada pada ruang lingkup sejarah Rasulullah dan terikat dengan timbangan sejarah beliau ini untuk mewujudkan kesempurnaan imannya yang tidak mungkin tercapai kecuali jika aspirasinya mengikuti ajaran yang dibawakan beliau SAW.

Sejarah kehidupan Rasulullah adalah lembaran abadi dan rahasia keagungan serta keunggulan. Jika kita mau merenungkan rahasia-rahasia yang terkandung di dalamnya, menganalisa tempat-tempatnya, dan mempelajari situasi dan kondisi peperangan-peperangannya maka kita akan menemukan bahwa sejarah kehidupan beliau adalah pelajaran-pelajaran yang menarik dan bisa dibuktikan oleh indera kita yang akan menerangi jalan bagi kita untuk menuju kebahagiaan dan hidayah serta akan menarik tangan kita mencapai puncak kemuliaan dan kepemimpinan jika kita mau menjadikannya sebagai pelajaran.

Jika kita ingin mencapai peradaban yang tinggi, kemajuan, kekuatan, kemenangan, kehidupan yang mandiri dan nyaman, dan lepas dari kebodohan, kemiskinan, penyakit, serta hidup dalam keteraturan, ketulusan, kerja dan sadar akan tanggung jawab maka semuanya ada pada sejarah kehidupan guru paling agung dan rasul pilihan Allah, Muhammad SAW. Karenanya kita harus mengkaji sejarah kehidupan beliau dan mencermati tujuan-tujuannya yang luhur serta rahasia-rahasia besar yang terkandung di dalamnya dengan kajian analitik dan argumentative serta dengan semangat meneladani dan mengambil pelajaran. Selanjutnya sejarah kehidupan beliau diajarkan di sekolah dan masjid dan kepada putra-putri kita. Para guru dan penceramah juga harus menyampaikan memori sebagian peperangan mulia beliau dengan mengungkap keajaiban-keajaiban dan keistimewaan yang ada di dalamnya serta jejak-jejak yang ditinggalkannya. selanjutnya disampaikan pula keutamaan para sahabat muhajirin dan anshar, semoga Allah meridhoi mereka, agar hati kita penuh dengan rasa cinta dan penghargaan kepada mereka. Kemudian disebarkan juga figur-figur panglima Islam, para pahlawan penakluk wilayah, dan para ulama baik dalam bidang hadits atau Al Qur’an, sastrawan, penyair dan figur-figur mulia agar generasi muda kita mengenal sejarah leluhur mereka yang berakhlak mulia dan bercita-cita luhur yang telah meninggalkan jejak abadi dan telah melakukan kerja-kerja yang memberi manfaat kepada generasi berikutnya berkat niat baik mereka.

Inilah sesungguhnya sejarah yang harus dipahami oleh generasi muda Islam agar mereka tidak terpengaruh oleh riwayat palsu, informasi menyesatkan, opini-opini yang keliru, ekspresi-ekspresi yang destruktif, status-status yang mengelabui dan metode yang tidak efektif. Kebodohan kaum muslimin terhadap sejarah nabi dan tokoh-tokoh besar yang berjasa terhadap Islam inilah yang menimbulkan kerusakan besar yang mengakibatkan munculnya pembangkangan kepada agama. Kerusakan besar yang dilakukan oleh kelompok yang berniat jahat yang sangat dikhawatirkan oleh kaum muslimin.

Berangkat dari uraian di atas, di tahun baru 1437 hijriah ini kita ummat Islam semestinya harus bangkit dari segala keterpurukan yang dialami pada semua sektor  kehidupan dengan menjadikan sirah nabawiyah sebagai pijakan dalam menata dan membenahi segala kekurangan dan kesalahan yang ada dalam tubuh kita untuk selanjutnya secara bersama-sama melibatkan semua kekuatan ummat mengejar kembali kejayaan yang pernah digapai oleh generasi pendahulu kita. Wallahu A’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *